Secara Bahasa Tarawih Artinya - Sumberinformasi.web.id

Search Suggest

Secara Bahasa Tarawih Artinya

Mengungkap Makna dan Asal-usul Kata ‘Tarawih’

Secara bahasa, kata ‘tarawih’ memiliki akar kata yang berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘rawaha’ (رَوَى), yang berarti ‘berjalan’ atau ‘mengambil jalan.’ Kata ‘tarawih’ digunakan dalam konteks keagamaan Islam dan memiliki makna khusus yang penting dalam ibadah Muslim, terutama selama bulan Ramadan.

Tarawih dalam Konteks Ibadah Islam

Tarawih adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadan. Ini adalah salat sunnah (tidak wajib) yang biasanya dilakukan pada malam hari setelah salat Isya dan sebelum salat Witr. Ibadah ini dilakukan berjamaah di masjid atau dapat juga dilakukan secara individu di rumah.

Tarawih memiliki nilai spiritual yang tinggi dalam Islam, karena dianggap sebagai waktu yang istimewa untuk berkomunikasi dengan Allah, merenungkan ayat-ayat Al-Quran, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Selama bulan Ramadan, umat Islam berusaha untuk membaca dan merenungkan seluruh Al-Quran, sehingga tarawih menjadi cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Asal-usul Istilah ‘Tarawih’

Istilah ‘tarawih’ dalam konteks ibadah Islam didasarkan pada arti dasar kata ‘rawaha’ yang berarti ‘berjalan.’ Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama ini:

1. Istilah yang Dicetuskan oleh Umar bin Khattab: Beberapa riwayat menyatakan bahwa istilah ‘tarawih’ pertama kali digunakan oleh Umar bin Khattab, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia mengumpulkan orang-orang untuk melaksanakan salat berjamaah di bulan Ramadan dan memberi nama ibadah ini ‘tarawih’ karena orang-orang keluar rumah mereka untuk melaksanakan ibadah ini.

2. Tarawih dari ‘Rawaha’: Pendapat lain menyebutkan bahwa istilah ‘tarawih’ berasal dari kata ‘rawaha’ karena selama pelaksanaan ibadah ini, jemaah berjalan dari satu ayat Al-Quran ke ayat berikutnya dalam rangka untuk membaca dan merenungkan seluruh Al-Quran.

Dengan demikian, secara bahasa, kata ‘tarawih’ memiliki kaitan erat dengan berjalan atau mengambil jalan. Namun, dalam konteks ibadah Islam, istilah ini telah menjadi simbol penting dalam pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan, di mana umat Islam berkumpul untuk beribadah, merenungkan Al-Quran, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.